Sistem Permainan Tenis Meja

2.5.1 Rally adalah selang waktu (periode) selama bola sedang dimainkan (ball is in play)

2.5.2 Bola dikatakan sedang dimainkan (ball is in play), mulai dari saat terakhir lepas dari telapak tangan bebas sebelum bola melambung ketika service sampai rally dinyatakan let atau poin.

2.5.3 Let artinya rally dimana hasilnya tidak diberikan angka (not scored).

2.5.4 Point artinya rally dimana hasilnya diberikan angka (scored).

2.5.5 Tangan-raket (Racket Hand) adalah tangan yang memegang raket.

2.5.6 Tangan-bebas (Free Hand) artinya tangan yang tidak memegang raket; Lengan-bebas (Free Arm) adalah lengan dari tangan-bebas.

2.5.7 Pemain dikatakan memukul (strikes) bola jika dia menyentuh bola dalam permainan (in play) dengan raketnya, yang dipegang dengan tangan, atau dengan tangan-raketnya dibagian bawah pergelangan.

2.5.8 Pemain dikatakan menghalangi (obstructs) bola jika dia, atau apa saja yang dia pakai atau bawa, menyentuh bola selama inplay, ketika bola diatas atau bergerak sepanjang permukaan-main, yang belum menyentuh halaman-mejanya setelah terakhir dipukul oleh lawannya.

2.5.9 Server adalah pemain yang memukul bola pertama kali dalam sebuah rally.

2.5.10 Receiver adalah pemain yang memukul bola kedua dalam sebuah rally.

2.5.11 Wasit (umpire) adalah orang ditunjuk untuk memimpin sebuah pertandingan (match).

2.5.12 Asisten wasit (assistant umpire) adalah orang yang ditunjuk untuk membantu wasit dalam memutuskan hal tertentu.

2.5.13 Apasaja yang pemain pakai atau bawa adalah termasuk apasaja yang sedang dipakai atau dibawa, selain bola, pada saat mulai rally.

2.5.14 Bola dianggap melewati rakitan-net jika bola lewat dimana saja termasuk melewati net dan penyangga ataujuga antara net dan permukaan main.

2.5.15 Garis-akhir (end line) dianggap sebagai perpanjangan tak terbatas dalam arah kedua-duanya.

SERVICE

2.6.1 Service harus dimulai dengan bola diam bebas (resting freely) dalam telapak tangan terbuka dari tangan bebas (free hand) yang leluasa dari server.

2.6.2 Server kemudian melambungkan bola ke atas nyaris vertikal, tanpa memberikan putaran (spin), bola juga naik sekurang-kurang 16cm setelah lepas dari telapak tangan bebas dan kemudian jatuh tanpa bersentuhan dengan sesuatu sebelum dipukul.

2.6.3 Selama bola sedang jatuh dari lambungan, server harus memukul bola sehingga bola pertama kali menyentuh bagian-meja server dan kemudian setelah melewati rakitan-net, kemudian langsung menyentuh bagian-meja receiver; dalam double, bola harus secara sukses menyentuh separuh bagian-meja kanan dari server dan receiver.

2.6.4 Mulai dari permulaan service sampai bola dipukul, bola harus berada di atas ketinggian permukaan-main (level of playing surfaces) dan di belakang garis-akhir (end line) dari server, dan bola tidak boleh terlindung dari penerima (receiver) baik terlindung oleh server atau partner doublenya atau terlindung oleh sesuatu yang mereka pakai atau bawa.

2.6.5 Segera selama bola sudah dilambungkan, lengan-bebas (free arm) server harus dihindarkan dari ruang antara bola dan net (space between the ball and the net).

Space between the ball and the net kemudian didefinisikan sebagai ruang antara bola dan net dengan arah ke atas tak terbatas.

2.6.6 Adalah tanggung-jawab dari pemain yang melakukan serve agar bisa memperlihatkan ke wasit (umpire) dan asisten-wasit (assistant umpire) bahwa dia sudah melakukan service yang benar sesuai ketentuan.

2.6.6.1 Jika wasit ragu-ragu terhadap serve yang legal dia boleh, menyatakan let dan mengingatkan server untuk satu kali kesempatan dalam sebuah match.

2.6.6.2 Beberapa service berikutnya yang meragukan baik dari pemain serve atau partner doublenya akan dihitung sebagai poin untuk receiver.

2.6.6.3 Kapansaja jika ditemukan kesalahan dari service yang benar sesuai ketentuan, tidak perlu peringatan diberikan dan receiver harus memperoleh poin.

2.6.7 Pengecualian, wasit boleh santai dari memastikan service yang benar sesuai ketentuan, bilamana pemain dibatasi oleh cacat fisik.

RETURN

2.7.1 Bola yang sudah diserve ataupun dikembalikan (return), harus dipukul sehingga bola melewati rakitan-net kemudian menyentuh halaman lawan, baik langsung tanpa menyentuh maupun setelah sedikit menyentuh rakitan-net.

URUTAN BERMAIN

2.8.1 Dalam permainan tunggal (single), server harus yang pertama melakukan sebuah serve, kedua receiver harus melakukan pengembalian (return) dan sesudah itu server dan receiver bergantian melakukan pengembalian.

2.8.2 Dalam permainan ganda (double), pertama server harus melakukan sebuah service, kedua receiver melakukan pengembalian, ketiga pasangan server harus melakukan pengembalian, keempat pasangan receiver melakukan pengembalian dan sesudah itu setiap pemain pada gilirannya bergantian melakukan pengembalian (return).

2.8.3 Apabila dua pemain berada dalam kursi roda dengan cacat fisik adalah sepasang pemain double, server pertama melakukan sebuah service, kedua receiver melakukan pengembalian, tapi setelah itu setiap pemain pasangan cacat boleh melakukan pengembalian. Bagaimanapun, tidak boleh ada bagian kursi-roda dari pemain yang boleh melewati garis-hayal (imaginary extension) dari garis tengah meja. Jika terjadi, wasit boleh memberikan poin ke pasangan lawan.

http://tenismejabos.wordpress.com/peraturan-tenis-meja/

About these ads

0 Responses to “Sistem Permainan Tenis Meja”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




useful link


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: